Memeriksa Kehalalan Burger yang Anda Makan

Dibuat Tanggal 11-01-2011

"Agar tidak terjebak mengonsumsi burger yang tidak halal, ada baiknya diketahui terlebih dahulu bahan apa saja yang digunakan dalam makanan itu," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim.

Menurut dia, burger adalah racikan makanan yang terdiri atas roti, daging, keju, mayones, mentega, sayuran, serta beberapa jenis saus. Oleh karena itu, papar Lukmanul, untuk memastikan kehalalan burger tersebut, penting mengenali satu demi satu bahan yang digunakan.

Roti

Lukmanul mengungkapkan, bahan utama roti adalah tepung terigu yang pada dasarnya tidak bermasalah. Namun, persoalan muncul ketika pada tepung terigu ditambahkan zat-zat yang haram, misalnya, bulu binatang yang prosesnya tidak halal, atau dari bagian tubuh manusia.

"Zat tambahan yang sering ditemukan pada terigu adalah L-sistein yang berfungsi sebagai improving agent yang dapat meningkatkan sifat tepung terigu menjadi lebih lembut dan mudah mengembang," ungkap Lukmanul. L-sistein, kata Lukmanul, bisa berasal dari rambut manusia atau bulu unggas. Jika terbuat dari rambut manusia, maka hukumnya jelas haram. Sedangkan jika berasal dari hewan, harus pula dipastikan bahwa hewan tersebut telah disembelih secara halal, bukan dari bangkai ataupun bulu yang dicabut dari hewan yang masih hidup.

Selain L-sistein, lanjut Lukmanul, pada tepung terigu biasanya juga terdapat tambahan vitamin dan mineral. Sedangkan zat yang dapat menstabilkan vitamin agar tidak cepat rusak adalah gelatin. Yang perlu diwaspadai adalah gelatin tersebut terbuat dari lemak sapi yang halal, atau dari lemak babi.

Daging

Bahan berikutnya yang harus dicermati adalah daging, yang bisa berasal dari daging sapi, daging ayam, bahkan bisa juga berasal dari daging babi. "Daging babi tak perlu dibahas karena hukumnya jelas haram. Namun, untuk daging sapi maupun daging ayam, hal yang harus diwaspadai adalah proses penyembeli han, penyimpanan, hingga pengolahannya," papar Lukmanul.

Jika penyembelihan dilakukan secara syariat Islam serta penyimpanan dan pengolahannya tidak tercampur dengan zat yang haram, maka daging tersebut tentu halal dikonsumsi. Jika sebaliknya, maka daging tersebut menjadi haram.

Keju

Titik kritis lain dalam burger terletak pada keju. Keju adalah produk olahan susu, di mana susu adalah sumber protein hewani yang halal. Namun, ketika sudah menjadi keju, produk olahan susu ini harus pula dicermati karena terdapat bahan tambahan lainnya seperti kultur bakteri, enzim, dan pewarna.

"Bahan-bahan tambahan tersebut harus diteliti sumbernya, terutama enzim dan kultur bakteri," tuturnya. Enzim rennet yang biasa digunakan dapat berasal dari hewan atau diproduksi secara mikrobial. Jika berasal dari hewan maka sumber hewan dan proses penyembelihannya harus menjadi fokus utama dari penelusuran kehalalannya. Sedangkan jika diproduksi secara mikrobial, maka harus jelas media yang digunakan untuk pertumbuhan dan produksinya.

Mentega

Secara umum mentega terbuat dari minyak dan lemak, baik yang berasal dari nabati (tumbuh-tumbuhan) maupun hewani. Di Eropa, margarin bisa dibuat dari lemak apa pun sehingga status kehalalannya sangat diragukan. Menurut Lukmanul, jika mentega tersebut berasal dari lemak hewani di mana jenisnya adalah lemak babi atau lemak sapi yang tidak disembelih secara Islami, maka mentega tersebut haram.

Selain itu, proses pembuatan menteganya sendiri juga harus diperhatikan, karena melibatkan dua cara, yakni fermentasi dan tanpa fermentasi. Mentega yang dibuat dengan proses fermentasi sering kali dikenal dengan nama roombotter yang beraroma lebih wangi dan tajam.

"Kehalalan mentega yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi diragukan, mengingat media tumbuh bakteri asam laktat rawan kehalalannya dan media ini bisa tercampur ke dalam mentega," ujar Lukmanul.

Bahan lain

Selain bahan-bahan tersebut, untuk menambah kelezatannya, burger juga kerap ditambah dengan aneka penyedap seperti mustard, yang dibuat dari biji mustard berwarna kuning, saus, hingga kecap. Bahan-bahan tambahan inipun mesti diwaspadai, mulai dari bahan dasarnya hingga proses pembuatannya.

Untuk memperoleh burger lezat sekaligus halal, tentu tak perlu memeriksa satu demi satu setiap bahan yang hendak digunakan. Sebab, kini telah banyak tersedia berbagai bahan dasar pembuatan burger yang telah besertifikat halal dari MUI. Konsumen hanya perlu datang ke supermarket, lalu memeriksa label halal dalam kemasannya.

Sumber:Republika

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Baca Al-Quran Bisa Turunkan Nyeri Pasca Melahirkan
19-09-2013 Tips

Peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Harto Andi Irawan mengatakan memb ...

Baca Selengkapnya

Titik Kritis Kehalalan Sushi
28-02-2013 Tips

Sebelum 2000-an, sushi termasuk makanan berkelas. Sushi hanya ditemukan di resto ...

Baca Selengkapnya

Tips Membangun Kebahagiaan Suami Istri
05-06-2012 Tips

Ahad Pagi 27 Mei 2012, Kajian Ahad Pagi bersama Dai Ikadi kembali hadir di Masjid Al ...

Baca Selengkapnya

Tips Ringan Menghafal Al-Qur'an
14-09-2011 Tips

3. Mulai dari ayat-ayat yang kira-kira paling mudah dihafal seperti juz Amma (j ...

Baca Selengkapnya

Download Khutbah Ied
27-08-2011 Artikel

Khutbah Iedul Fithri 1432H Syarat Kebangkitan Bangsa Menurut al-Qur'an  - Muham ...

Baca Selengkapnya

Beberapa Panduan Menghemat Waktu
07-04-2011 Tips

Rancang waktu istirahat dan coba menyesuaikannya dengan waktu shalat. ...

Baca Selengkapnya